Merangkul Warung Kecil dan Memberikan Kesempatan Warung Tetap Hidup dan Berkembang di Tengah Masyarakat

Belakangan sering terdengar keluhan pemilik warung kecil akan hadirnya warung-warung waralaba disekitar mereka yang membuat persaingan warung mereka semakin berat dan cenderung “mematikan” omzet warung.

Setelah sukses membina dan mengembangkan Warung Sejahtera, yang awalnya berkonsep minimarket, UMKM Partai Perindo kini menghadirkan Program Warung Sejahtera Binaan (WSB).

WSB ini adalah warung-warung binaan yang bisa menjual produk-produk tertentu dan atau pengguna rutin produk-produk tertentu (beras, gula, minyak goreng, dll) yang dikelola oleh warung-warung kecil di masyarakat pada setiap kelurahan maupun desa di Banten.

Menurut Sukanda Chandrahayat Caleg DPR RI Banten-II, Warung Sejahtera Binaan merupakan sebuah Program UMKM Partai Perindo, yang diharapkan mampu memangkas jalur distribusi dari sebuah produk sehingga akan berdampak pada harga beli yang lebih murah bagi pemilik warung, sehingga warung dapat bersaing dan menjual dengan harga yang lebih kompetitif. Warung penerima bantuan harus mampu mendistribusikan produk-produk yang dipilih untuk dijual kepada masyarakat sekitar.

Chandra menambahkan dalam Program Warung Sejahtera Binaan tersebut akan dikelola secara manajemen koperasi, setiap penerima bantuan Warung Sejahtera di satu desa diwajibkan mengikutsertakan sekitar 50-100 anggota. Koperasi ini yang berfungsi sebagai agen besar, mendistribusi produk kepada warung-warung sejahtera binaan di wilayahnya masing-masing.

Sehingga, selain dampak pada harga beli yang lebih murah, bagi Warung Sejahtera Binaan dan anggotanya yang sudah terdaftar sebagai anggota koperasi akan memperoleh SHU setiap akhir tahun,” ujar Chandra.

Sementara itu, Bu Almond salah satu penerima bantuan program Warung Sejahtera, yang berasal di kampung Citra Gading – Cipocok – Kota Serang mengaku senang bermitra usaha dengan Program UMKM Partai Perindo.“Pertama sistemnya konsinyasi, kedua kami mendapat pembinaan manajemen warung dengan sistem yang sudah berjalan. Kami tinggal mengikuti saja,” jelas Bu Almond. (Mahesa Albantani).